Oshie’s Weblog

Posted by: oshie on: 15am1000000amThu, 15 Jan 2009 10:32:10 +000032 3, 2008

SONG FOR GAZA

Posted by: oshie on: 15am1000000amThu, 15 Jan 2009 10:29:06 +000029 3, 2008

watch?v=dlfhoU66s4Y

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

PERANAN PEMUDA ISLAM

Posted by: oshie on: 23pm5000000pmFri, 23 May 2008 16:28:28 +000028 3, 2008

PERANAN PEMUDA ISLAM

Realitas, Idealita Dan Kondisi Hari Ini

Oleh : H. Mahyeldi Ansharullah, SP

(Wakil Ketua DPRD Sumbar)

Sejak dahulu kala, bahkan jauh sebelum agama Islam muncul di muka bumi, para nabi dan rasul telah diutus untuk menyampaikan wahyu Allah SWT dan syari’at-Nya kepada umat manusia. Para rasul itu adalah orang-orang terpilih dari kalangan pemuda. Di antara mereka ada yang diberi kemampuan luar biasa dalam berargumen dan berdebat, sebelum usianya genap delapan belas tahun.

Nabi Ibrahim AS, misalnya, seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an, adalah pemuda yang sering berdebat dengan kaumnya, menentang peribadatan kepada patung-patung yang tidak dapat bicara, memberi manfaat dan mudharat. Kita juga ingat kisah Ashabul Kahfi yang tergolong pengikut Nabi Isa A.S. Mereka adalah anak-anak muda yang menolak kembali agama nenek moyang mereka, menolak menyembah selain Allah SWT. Mereka bermufakat mengasingkan diri dari masyarakat dan berlindung dalam suatu gua, karena jumlah mereka relatif sedikit yakni tujuh orang di antara masyarakat penyembah berhala. Fakta sejarah ini terekam jelas dalam Al-Qur’an surat Al Kahfi ayat 9-26, yang di antaranya :

”(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo’a : ‘Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)’.” (Q.S. Al-Kahfi : 10)

“Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka (Sang Pencipta), dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk”. (Q.S. Al-Kahfi : 13)

Potensi Besar Pemuda dalam Kehidupan Masyarakat

Demikian keadaan dan peran golongan pemuda. Kiprah mereka telah terukir indah dalam tinta emas sejarah. Mereka merupakan tonggak dan potensi besar suatu kehidupan. Terlebih kelompok pemuda seperti pelajar dan mahasiswa, karena selain diharapkan oleh umat, peranan mereka pun sangat didambakan oleh kelompok masyarakat lainnya sebagai pionir perubahan ke arah yang lebih baik. Posisi mereka sebagai “pelajar/mahasiswa” memang menjadi peluang bagi mereka untuk mengembangkan potensi sebesar-besarnya. Tidak heran jika perubahan sosial politik diberbagai belahan dunia dipelopori oleh gerakan pemuda. Sebagian sahabat yang menyertai Rasulullah SAW dalam memperjuangkan Islam yang akhirnya berhasil menguasai lebih dari dua pertiga belahan bumi adalah para pemuda yang menjadi murid Rasulullah SAW.

Secara fitrah, masa muda merupakan jenjang kehidupan manusia yang paling optimal. Dengan kematangan jasmani, perasaan dan akalnya, sangat wajar jika pemuda- memiliki potensi yang besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainya. Kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan banyak dimiliki pemuda . Pemikiran kritis mereka sangat didambakan umat. Di mata umat dan masyarakat umumnya, mereka adalah agen perubahan (agent of change) jika masyarakat terkungkung oleh tirani kezaliman dan kebodohan. Mereka juga motor penggerak kemajuan ketika masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak mereka. Baik buruknya nasib umat kelak, bergantung pada kondisi pemuda sekarang ini.

Namun, potensi tinggallah potensi. Ibarat pedang yang sangat tajam, ketajamannya tidak menjadi penentu bermanfaat tidaknya pedang tersebut. Orang yang menggenggam pedang itulah yang menentukannya. Pedang yang tajam terkadang digunakan untuk menumpas kebaikan dan mengibarkan kemaksiatan, jika dipegang oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sebaliknya, jika berada di tangan orang yang bertanggung jawab, ketajaman pedang itu akan membawa manfaat. Demikian juga dengan potensi pemuda. Potensi yang begitu hebat itu bisa dipergunakan untuk menjunjung tinggi kebaikan, bisa juga untuk memperkokoh kejahatan dan kedurjanaan. Itulah sebabnya, begitu banyak contoh pemuda-mahasiswa yang berjasa menjadi pilar penentu kemajuan suatu peradaban, tetapi tidak sedikit di antara mereka yang mengakibatkan runtuhnya sendi-sendi peradaban, dan menghancurkan kemuliaan suatu tatanan kehidupan.

Jadi, potensi yang dimiliki oleh pemuda-mahasiswa haruslah diarahkan untuk menyokong dan mempropagandakan nilai-nilai kebaikan. Seorang pemuda muslim tentunya akan berada di garis depan untuk membela, memperjuangkan, dan mendakwahkan nilai-nilai Islam. Seorang pemuda muslim tidak layak hanya berpangku tangan dan bermalas-malasan di tengah kemunduran umat yang sangat memprihatinkan ini. Seorang pemuda muslim jangan sampai menjadi penghalang kemajuan Islam dan perjuangan kaum muslimin. Na’udzubillah.

Menyorot Realitas Pemuda-Mahasiswa Muslim Kini

Kita akui, pengaruh sistem kehidupan yang berlaku dalam suatu kurun kehidupan sangat berpengaruh terhadap pemahaman dan perilaku manusia yang hidup pada zaman tersebut. Hal ini berlaku pula bagi pemuda. Format kehidupan pemuda sekarang, sedikit banyak telah terpengaruh oleh sistem kehidupan yang berlaku sekarang, yaitu sistem demokrasi kapitalis.

Kalau memperhatikan apa yang terjadi di kampus-kampus di negeri ini, secara umum, paling tidak kita akan menemukan adanya beberapa kelompok mahasiswa muslim yang pemahaman dan kecenderungannya relatif berlainan. Citra dan cita-cita mereka juga relatif berbeda sesuai dengan landasan pemikiran yang mendasarinya.

Kelompok pertama, adalah mereka yang merasa tidak puas dengan kondisi sekarang, lalu melakukan berbagai perubahan. Mereka melihat bahwa sistem kehidupan yang berlaku sekarang hanya melahirkan penderitaan dan kesengsaraan yang berkepanjangan. Arah perubahan ynag mereka inginkan ada yang tidak terlepas dari format ideologi kapitalis, ada juga yang terpengaruh ideologi sosialis.

Haluan politik kapitalis berjalan seiring dengan format demokrasi yang mereka terjemahkan sesuai dengan kondisi di negeri ini. Kelompok demokrat ini memang lebih menginginkan agar demokrasi yang ada benar-benar ditegakkan. Isu-isu bahwa kedaulatan dan kekuasaan di tangan rakyat, bahwa rakyatlah yang paling berhak menentukan arah pemerintahan, paling sering mereka teriakkan dengan lantang. Terhadap berbagai masalah kemasyarakatan, isu hak asasi manusia (HAM) juga sering mereka jadikan bukti lemahnya penerapan demokrasi, terlepas dari paham atau tidaknya mereka akan hakekat demokrasi dan aturan produk barat lainnya.

Adapun yang terpengaruh oleh sosialis mengehendaki perubahan yang lebih radikal. Mereka menuntut perubahan tatanan kehidupan melalui revolusi. Menurut mereka, suksesi kepemimpinan mestinya segera dilakukan. Cara yang mereka lakukan tidak jarang mengarah kepada pengrusakan, dengan membangkitkan emosi massa. Kerugian akibat aksi-aksi yang mereka lakukan tidak sedikit. Berbagai isu kesenjangan sosial dan kasus kerusuhan yang melibatkan massa menjadi sarana subur untuk aksi mereka. Jurus mereka kerap kali memancing di air keruh.

Apapun alasannya, cara-cara yang ditempuh kelompok mahasiswa ini tidak bisa dibenarkan oleh Islam. Landasan perjuangan kelompok tersebut jelas tidak sesuai dengan pandangan Islam. Sebab, ide-ide sosialis ataupun kapitalis, termasuk demokrasi serta ide-ide yang terlahir darinya seperti HAM, pluralisme, dan lain-lain, merupakan pemahaman Barat yang kufur yang sangat bertentangan dengan Islam. Haram bagi kaum muslimin mengambil pemahaman dan aturan-aturan yang bukan berasal dari Islam. Allah SWT berfirman :

“Apa yang diperintahkan Rasul kepadamu maka laksanakanlah. Dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.” (Q.S. Al-Hasyr : 7)

Hal lain yang sangat kita sayangkan, tidak sedikit mahasiswa muslim yang turut mempropagandakan dan memperjuangkan paham-paham tersebut. Di antara mereka ada yang melakukannya karena ikut-ikutan saja, karena kebodohannya, dan ada juga karena memang ingin memperjuangkannya. Akibatnya, secara tidak langsung, mereka menjadi prototipe dan agen-agen Barat dalam menyebarkan paham-paham yang sebenarnya merupakan racun bagi kaum muslimin.

Kelompok kedua adalah mereka yang cuek terhadap kondisi kehidupan masyarakat. Yakni, mereka yang tidak peduli dengan penderitaan dan kesengsaraan masyarakat. Bagi mereka yang penting selamat. “Ngapain susah-susah mikirin nasib kaum muslimin yang lain. Mikirin diri sendiri aja udah susah.

Memang sistem kapitalis yang menyetir pola kehidupan sekarang melahirkan degradasi nilai-nilai kemanusiaan. Sistem ini memang berhasil memberikan nilai materi yang cukup berlimpah. Namun, ternyata keberhasilan itu hanya diraup oleh segelintir orang yang ‘kuat’, sementara mayoritas rakyat hidup dalam kesengsaraan. Lapangan pekerjaan semakin sempit, pengangguran kian membludak, dan berbagai tindak kriminal mulai menjadi wabah sosial kemanusiaan.

Kondisi seperti ini hanya akan melahirkan sistem individualis yang semakin tajam. Setiap manusia termasuk mahasiswa lalu berpikir pintas untuk ‘menyelamatkan’ diri, dan akhirnya tidak peduli dengan keadaan lingkungan. Standar perbuatan mereka adalah manfaat. Bagi mereka, yang penting bermanfaat dirinya dan tidak merugikan orang lain. Bagi mereka pacaran tidak menjadi masalah, asal tidak hamil dan tidak menimbulkan ‘masalah’. Kelompok ini memang benar-benar ingin ‘menikmati’ dan hidup tenteram dalam kondisi sekarang. Mereka tidak peduli kenikmatan hidupnya itu diraih di atas penderitaan orang lain.

Bagi kelompok mahasiswa seperti ini ‘keberhasilan studi’ merupakan cita-cita yang paling dijunjung tinggi dan senantiasa jadi haluan perjuangannya. Bagi mereka, standar keberhasilan itu adalah meraih nilai studi yang setinggi-tingginya. Sains memang cukup mereka ‘kuasai’, namun keilmuannya itu tidak berpengaruh terhadap perilaku mereka dalam kehidupan masyarakat. Dalam studinya, kelompok ini memang relatif banyak berhasil, namun mereka belum mampu memenuhi dambaan dan harapan umat.

Kehidupan mahasiswa kelompok ini hanya berkisar antara kampus dan rumah. Angan-angan mereka kalau sudah lulus kelak adalah pekerjaan yang mantap dengan gaji yang besar, istri yang cantik, fasilitas yang mewah, dan anak-anak yang lucu dan manis. “Persetan dengan lingkungan Yang penting aku, istriku, anak-anakku, dan keluargaku ‘aman’!”

Cara hidup kelompok ini jelas tidak dibenarkan oleh Islam. Dalam Islam tidak dikenal sistem kehidupan individualis. Kehidupan masyarakat dalam Islam tidak membeda-bedakan apakah seorang itu mahasiswa, pelajar, karyawan, atau lainnya. Semuanya bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan di sekelilingnya. Rasulullah SAW mengingatkan :

“Barang siapa bangun pagi hari dan hanya memperhatikan masalah dunianya, maka orang tersebut tidak berguna apa-apa di sisi Allah. Barang siapa tidak pernah memperhatikan urusan kaum muslimin yang lain, maka tidak termasuk golonganku”. (HR. Thabrani dari Abu Dzar Al-Ghifari)

Kelompok ketiga adalah mereka yang ‘terbius’ sehingga terjerat dan terjerumus dalam bejatnya sistem kehidupan masa kini. Sistem kapitalis yang mengagung-agungkan materi, telah mencabut nilai-nilai kehidupan lainnya, baik nilai-nilai akhlaq, kemanusiaan, dan kerohanian (agama). Korban-korban sistem ini sudah cukup bergelimpangan.

Sebagai contoh, tidak sedikit mahasiswa yang terjerumus dalam pemakaian obat-oabat terlarang. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang terjerat dalam sindikat pengedar yang berskala internasional.

Mereka yang terjerumus dalam sek bebas tidak kalah mengerikan. Hasil temuan FKM UNAIR menyebutkan bahwa pengidap AIDS sebagian besar kalangan remaja. Dari 100 responden remaja yang diteliti, FKM menyimpulkan bahwa 22,9 persen remaja usia 15 – 19 tahun telah terkena virus HIV/AIDS, sedangkan remaja usia 20 – 24 tahun yang terjangkit mencapai 77,1 persen. Tawuran remaja yang tadinya hanya merupakan trend remaja-remaja SMU, kini sudah diikuti oleh mahasiswa di perguruan tinggi. Bahkan yang sangat menggelikan sekaligus memprihatinkan mahasiswa yang notabene adalah kaum intelektula juga ada yang melakukan tawuran sesame mereka. Sungguh memalukan!

Kejadian-kejadian di atas hanya sekedar contoh kasus betapa kelompok mahasiswa yang demikian ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Kasus aborsi, skandal dan jaringan seks bebas, perampokan, pembobolan bank, penodongan, dan tindak kriminal lainnya tidak jarang dilakukan oleh pemuda.

Kelompok keempat adalah kelompok pemuda yang peduli lingkungan dan sadar akan kerusakan dan kebrobokan sistem yang ada akibat tidak diberlakukannya aturan Islam dalam realitas kehidupan. Dengan pemahaman terhadap kenyataan seperti itu, disertai pendalaman terhadap tsaqofah Islam, mereka melakukan perjuangan dakwah, menyeru umat untuk kembali kepada Islam. Meskipun jumlahnya tidak terlampau besar, peranan mereka sangat diharapkan umat untuk melakukan perubahan kehidupan masyarakat ke arah yang Islami.

Alhamdulillah, di berbagai perguruan tinggi dan sekolah perkembangan mereka cukup menggembirakan. Bahwa berjilbab itu merupakan kewajiban bagi seorang muslimah sudah menjadi opini yang tidak terbantahkan lagi. Sungguh menyedihkan kalau di antara mahasiswi muslim ada yang belum paham bahwa jilbab itu wajib. Padahal, jika hal itu dilalaikan, Allah SWT akan menurunkan azab yang sangat pedih.

Begitu juga, gerakan-gerakan kebangkitan Islam cukup santer di berbagai perguruan tinggi. Gerakan keIslaman yang berasal dari Timur Tengah ataupun bercorak lokal semakin bermunculan. Semuanya menyuarakan kebangkitan Islam. Pemahaman Islam yang mereka raih bukan pemahaman yang bersifat ‘abangan’. Meskipu belajar di perguruan tinggi umum, kitab-kitab kuning yang berbahasa Arab baik dari kalangan fuqaha tempo dulu maupun para mujtahid abad 20- pun menjadi santapan keseharian mereka.

Meskipun masih terdapat berbagai perbedaan visi tentang kebangkitan dan metode yang mereka lakukan, kelompok terakhir ini merupakan kelompok dambaan ummat menuju kemuliaan hidup . Umat Islam tidak mungkin bangkit dengan mengadosi aturan-aturan yang bukan berasal dari Islam, baik dari paham kapitalis mapun sosialis.

Ketahuilah, umat Islam tidak mungkin meraih kemulaiaan kalalu umatnya hanya memperhatikan kepentingan pribadi. Islam mustahil akan muncul dari generasi-generasi yang telah “ sekarat” karena korban kedurjanaan sistem kapitalis. Islam hanya akan bangkit melalui manusia-manusia yang ikhlas mewakafkan kehidupannya demi tegaknya Islam. Islam akan jaya di tangan mereka yang memegang Islam walaupun bagai memegang bara api. Meskipun secara materi kondisi mereka terkadang menyedihkan, perjuangan mereka tak pernah rendah; karena mereka mendambakan kemuliaan surga yang dijanjikan Alloh SWT. Mereka yakin akan janji Allah SWT dalam Al-Qur’an :

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka”. (QS. At-Taubat : 111).

Demikianlah kondisi realita pemuda yang terlahir dan hidup pada saat ini. Citra keIslaman mereka tidak sedikit yang tererosi dan terdegradasi oleh budaya-budaya asing yang membius dan meracuni harapn dan cita-cita mereka. Cinta mereka terwarnai kasih sayang semu, cinta produk manusia. Cinta yang lahir dari nafsu demi kenikmatan sesaat. Cinta yang berakhir dalam kehampaan dan kegersangan.

Meskipun demikian, masih ada pemuda dan pemudi yang masih teguh memegang dan mempertahankan-dengan sekuat tenaga dan segala kemampuan- citra mereka yang hakiki sebagai muslim. Merekalah the real agent of change . Semoga Allah SWT senantiasa menyertai mereka. Amin Ya Robbal ‘Alamin.

Wa Allohu a’lam bi as-showab

KHADIJAH BINTI KHUWAILID

Posted by: oshie on: 22pm5000000pmThu, 22 May 2008 21:56:38 +000056 3, 2008

Rasulullah, saw. berkata kepada Umar r.a. : “Maukah aku beri tahukan
kepadamu
tentang sebaik-baik harta simpanan ? Ia adalah wanita yang sholeh;
apabila
suami memandang kepadanya, maka dia merasa senang, jika suami
menyuruhnya, dia
menaatinya, dan jika suaminya tidak ada, dia memelihara diri dan harta
suaminya.” (H.R.Abu Dawud) .

Gambaran seorang muslimah tetap kukuh di dalam batin dan hati nurani
kita.
Itulah gambaran ideal bagi perilaku wanita muslim, yang
kepemimpinannya
terhadap keluarga tampak dalam memikul tanggung jawab. Dia di dalam
rumah
suaminya sebagai pemimpin dan penanggung jawab terhadap apa yang
dipimpinnya.
Sesungguhnya, hubungan dia dengan suaminya adalah berlandaskan saling
mencintai, kasih sayang, pengutamaan orang lain, pemberian,
pengorbanan, dan
pembelaan.

Cukuplah sebagai pengakuan atas keutamaannya, bahwa hati pertama yang
mendenyutkan Islam dan diteranginya adalah hati seorang wanita yang
luhur budi
dan mulia, yaitu Khadijah binti Khuwailid r.a., isteri
Rasulullah,saw. ,
setelah itu tidak ada yang melebihinya dalam hal memuliakan dan
mengangkat
derajat wanita dalam Islam.

Tatkala Rasulullah,saw. mengalami rintangan dan gangguan dari kaum
Quraisy,
maka di samping beliau berdirilah Khadijah, r.a. Khadijah juga
menyiapkan
sebuah rumah yang nyaman bagi RAsulullah,saw. sebelum beliau diangkat
menjadi
Nabi dan membantunya ketika merenung di Gua Hira’. Khadijah adalah
wanita
pertama yang beriman kepadanya ketika Nabi berdoa (memohon) kepada
Rabbnya.
Khadijah adalah sebaik-baik wanita yang menolongnya dengan jiwa,
harta, dan
keluarga. Peri hidupnya harum, kehidupannya penuh dengan kebajikan
dan jiwanya
sarat dengan kebaikan.

Rasulullah,saw. bersabda : “Khadijah beriman kepadaku ketika orang-
orang
ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan dan dia
menolongku
dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberikan apa-apa.”

Kenapa kita bersusah payah mencari teladan di sana-sini, padahal di
hadapan
kita ada “wanita terbaik di dunia”, yaitu Khadijah bin Khuwailid,
r.a., Ummu
Mu’minin yang setia dan taat, yang bergaul secara baik dengan
suaminya dan
membantunya di waktu berkhalwat sebelum diangkat menjadi nabi dan
meneguhkan
serta membenarkannya.

Khadijah, r.a. mendahului semua orang dalam beriman kepada risalah
Rasulullah,saw., dan membantu beliau serta kaum muslimin dengan jiwa,
harta dan
keluarganya. Maka, Allah, swt. membalas jasanya terhadap agama dan
Nabi-Nya
dengan sebaik-baik balasan, dan memberinya kesenangan dan kenikmatan
di dalam
istananya, sebagaimana diceritakan Rasulullah, saw. kepada Khadijah
di masa
hidupnya.

Ketika Jibril datang kepada Nabi, dia berkata : “Wahai, Rasulullah,
inilah
Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah dan makanan
atau
minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari
Rabbnya
dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di surga dari
mutiara
yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan.” [HR.
Bukhari]

Bukankah istana di surga lebih baik daripada istana-istana di dunia ?

Khadijah, r.a. adalah wanita pertama yang bergabung dengan rombongan
orang
pertama yang beriman kepada Allah,swt. di bumi sesudah Rasulullah,
saw.
Khadijah membawa panji bersama Rasulullah,saw. sejak saat pertama,
berjihad dan
bekerja keras. Dia habiskan kekayaannya dan memusuhi kaumnya. Dia
berdiri di
belakang suami dan Nabinya hingga nafasnya yang terakhir, dan patut
menjadi
teladan tertinggi bagi para wanita.

Betapa tidak, karena Khadijah adalah pendukung Rasulullah, saw. sejak
awal
kenabian. Ar-Ruuhul Amiin telah turun kepada beliau pertama kali di
sebuah gua
di dalam gunung, lalu menyuruhnya membaca ayat-ayat Kitab yang mulia,
sesuai
yang dikehendaki Allah. Kemudian beliau pergi kepada Khadijah dalam
keadaan
takut akibat yang didengar dan dilihatnya. Ketika melihatnya,
Khadijah berkata
:”Dari mana engkau, wahai, Abal Qasim ? Demi Allah, aku telah
mengirim beberapa
utusan untuk mencarimu hingga mereka tiba di Mekah, kemudian kembali
kepadaku.”
Maka Nabi menceritakan kisahnya kepada Khadijah.

Khadijah berkata : “Gembira dan teguhlah wahai, putra pamanku. Demi
Allah yang
menguasai nyawaku, sungguh aku berharap engkau akan menjadi Nabi umat
ini.”

Rasulullah,saw. tidak mendapatkan darinya, kecuali peneguhan bagi
hatinya,
penggembiraan bagi dirinya, dan dukungan bagi urusannya. Rasulullah,
saw. tidak
pernah mendapatkan darinya sesuatu yang menyedihkan, baik berupa
penolakan,
pendustaan, ejekan terhadapnya atau penghindaran darinya. Akan tetapi
Khadijah
melapangkan dadanya, melenyapkan kesedihan, mendinginkan hati dan
meringankan
urusannya. Demikian hendaknya wanita yang ideal itu.

Itulah dia, Khadijah r.a., yang Allah,swt. telah mengirimkan salam
kepadanya.
Maka turunlah Jibril menyampaikan salam itu kepada Rasulullah,saw.
seraya
berkata kepadanya :”Sampaikan kepada Khadijah salam dari Rabbnya.”
Kemudian
Rasulullah, saw. bersabda : “Wahai Khadijah, ini Jibril menyampaikan
salam
kepadamu dari Rabbmu.” Maka Khadijah, r.a. menjawab : “Allah yang
menurunkan
salam (kesejahteraan), dari-Nya ber-asal salam (kesejahteraan), dan
kepada
Jibril semoga diberikan salam (kesejahteraan).”

Sesungguhnya ia adalah kedudukan yang tidak diperoleh seorang pun di
antara
para sahabat yang terdahulu dan pertama masuk Islam serta khulafaur
rasyidin.
Hal itu disebabkan sikap Khadijah pada saat pertama lebih agung dan
lebih besar
daripada semua sikap yang mendukung da’wah itu sesudahnya. Dan
sesungguhnya
Khadijah, r.a. merupakan nikmat Allah,swt. yang besar kepada
Rasulullah,saw.

Khadijah r.a. mendampingi Rasulullah,saw. selama seperempat abad,
berbuat baik
kepadanya di saat beliau gelisah, menolongnya di waktu-waktu yang
sulit,
membantunya dalam menyampaikan risalahnya, ikut serta merasakan
penderitaan
yang pahit pada saat jihad dan menolongnya dengan harta dan jiwanya.

Rasulullah,saw. bersabda :”Khadijah beriman kepadaku ketika orang-
orang
mengingkari. Dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakanku.
Dan dia
memberikan hartanya kepadaku ketika orang-orang tidak memberiku apa-
apa. Allah
mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagiku anak dari selain
dia.”
[HR. Imam Ahmad ]. wallahu ‘alam bisshowab.

renungan…

Posted by: oshie on: 26am4000000amSat, 26 Apr 2008 00:45:45 +000045 3, 2008

banyak hal yang bisa terjadi dengan kehendak-Nya..bahkan sesuatu yang mungkin kita anggap mustahil untuk terjadi…tapi ,…dsanalah Allah menunjukkan kekuasan-Nya….

malam itu seperti dentuman yang amat keras di hatiku…

bertemu dengan sosok yang dulu ku kenal..

bahkan ku kagumi…

semangatnya…Subhanallah…

masih ku ingat kala itu ia dengan senang hati meminjamkan laptop

nya pada rapat GMH setahun yang lalu…

tapi…

ntah apa yang terjadi padanya…

membuatku bemuhasabah diri….

janganlah kemudian kita menjadi sombong dengan apa -apa yang kita dapatkan sekarang…

karena jika kita tak mempertahankannya…

maka dengan seketika segalanya pun bisa berubah bgtu saja…

dan kadang tanpa kita menyadarinya…..

begitu susah dan beratkah berkomitmen di jalan dakwah ini?

ya Allah…ku serahkan segala urusanku padaMu…

letakkanlah dunia ini di tanganku jangan di hatiku ya Allah…

karena aku tak kan pernah rela mengganti cintaku padaMu dengan hal semegah apapun di dunia ini….

tidak harta,..tidak jabatan,..tidak teman bahkan tidak lautan sekalipun….

tiada yang lain selain Engkau di hatiku ya Allah……….

apalah artinya hamba hidup tanpa ridhoMu….

ya Allah….

bahagiakanlah saudara-saudaraku dengan limpahan rahmatMu…..

selamatkanlah saudara-saudaraku dengan hidayahMu….

pancarkanlah cahaya kesholehan dari wajahnya…

pancarkanlah cahaya keindahan dai senyumannya…

dan cahaya keimanan dari hatinya…

amin ya Rabb……..

mom…

Posted by: oshie on: 3am4000000amThu, 03 Apr 2008 07:40:02 +000040 3, 2008

mom…

ur face..ur name… 

the time which has gone away…

my beloved…

now i’m alone with so much pain…

i wanna sleep in ur arms again… 

mom…

i love you…

i’m lose without you… 

sebuah pelukan yang tak kan pernah ku lupakan…akhirnya….

ku bisa menangis di pangkuan ibuku tercinta…

malam itu menjadi begitu panjang…dan indah……

Alhamdulillah ya Allah…….

 

my mom……..luv u 4 eva………

Posted by: oshie on: 3am4000000amThu, 03 Apr 2008 06:33:21 +000033 3, 2008

Posted by: oshie on: 7pm1000000pmMon, 07 Jan 2008 13:07:35 +000007 3, 2008

Kisah Rabi’atul Adawiyah

Rabi’atul Adawiyah merupakan salah seorang srikandi
agung dalam Islam. Beliau terkenal dengan sifat wara’
dan sentiasa menjadi rujukan golongan cerdik pandai
kerana beliau tidak pernah kehabisan hujjah.
Ikutilah antara kisah-kisah teladan tentang beliau..

KISAH 1:

Suatu malam yang sunyi sepi, di kala masyarakat sedang khusyuk tidur, seorang pencuri telah menceroboh masuk ke dalam pondok Rabi’atul Adawiyah. Namun setelah menyelongkar sekeliling berkali-kali, dia tidak menemui sebarang benda berharga kecuali sebuah kendi untuk kegunaan berwuduk, itupun telah buruk. Lantas si
pencuri tergesa-gesa untuk keluar dari pondok
tersebut.

Tiba-tiba Rabi’atul Adawiyah menegur si pencuri
tersebut, “Hei, jangan keluar sebelum kamu mengambil
sesuatu dari rumahku ini.”

Si pencuri tersebut terperanjat kerana dia menyangka
tiada penghuni di pondok tersebut. Dia juga berasa
hairan kerana baru kini dia menemui tuan rumah yang
begitu baik hati seperti Rabi’tul Adawiyah.
Kebiasaannya tuan rumah pasti akan menjerit meminta
tolong apabila ada pencuri memasuki rumahnya, namun
lain pula yang berlaku.

“Sila ambil sesuatu.” kata Rabiatul Adawiyah lagi
kepada pencuri tersebut.

“Tiada apa-apa yang boleh aku ambil daripada rumah mu
ini.” kata si pencuri berterus-terang.

“Ambillah itu!” kata Rabi’atul Adawiyah sambil
menunjuk pada kendi yang buruk tadi.

“Ini hanyalah sebuah kendi buruk yang tidak berharga.”
Jawab si pencuri.

“Ambil kendi itu dan bawa ke bilik air. Kemudian kamu
ambil wudhu’ menggunakan kendi itu. Selepas itu
solatlah 2 rakaat. Dengan demikian, engkau telah
mengambil sesuatu yang sangat berharga daripada pondok
burukku ini.” Balas Rabi’tul Adawiyah.

Mendengar kata-kata itu, si pencuri tadi berasa
gementar. Hatinya yang selama ini keras, menjadi
lembut seperti terpukau dengan kata-kata Rabi’tul
Adawiyah itu. Lantas si pencuri mencapai kendi buruk
itu dan dibawa ke bilik air, lalu berwudhu’
menggunakannya.. Kemudian dia menunaikan solat 2
rakaat. Ternyata dia merasakan suatu kemanisan dan
kelazatan dalam jiwanya yang tak pernah dirasa sebelum
ini.

Rabi’atul Adawiyah lantas berdoa, “Ya Allah, pencuri
ini telah menceroboh masuk ke rumahku. Akan tetapi dia
tidak menemui sebarang benda berharga untuk dicuri.
Kemudian aku suruh dia berdiri dihadapan-Mu. Oleh itu
janganlah Engkau halang dia daripada memperolehi
nikmat dan rahmat-Mu.”

KISAH 2 :

Pada suatu hari, sekumpulan golongan cerdik pandai
telah datang ke rumah Rabi’atul Adawiyah. Tujuan
mereka tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menguji
beliau dengan pelbagai persoalan. Malah mereka telah
bersedia dengan satu persoalan yang menarik. Mereka
menaruh keyakinan yang tinggi, kerana selama ini
Rabi’atul Adawiyah tidak pernah ketandusan hujah.

“Wahai Rabi’atul Adawiyah, semua bentuk kebajikan
yang tinggi-tinggi telah dianugerahkan oleh Allah
kepada kaum lelaki, namun tidak kepada kaum wanita.”
Ketua rombongan itu memulakan bicara.

“Buktinya?” Balas Rabi’atul Adawiyah.

“Buktinya ialah, mahkota kenabian dan Rasul telah
dianugerahkan kepada kaum lelaki.Malah mahkota
kebangsawanan juga dikurniakan kepada kaum lelaki.
Paling penting, tidak ada seorang wanita pun yang
telah diangkat menjadi Nabi atau Rasul, malah semuanya dari golongan lelaki.” Jawab mereka pula dengan yakin.

“Memang betul pendapat tuan-tuan sekalian. Akan
tetapi harus diingat bahawa sejahat-jahat pangkat ada
pada kaum lelaki juga. Siapa yang mengagung-agungkan diri sendiri? Siapa yang begitu berani mendakwa dirinya sebagai Tuhan? Dan siapa pula yang berkata :
“Bukankah aku ni tuhanmu yang mulia?” Dengan tenang, Rabi’atul Adawiyah membalas hujah mereka sambil merujuk kepada Firaun dan Namrud.

Kemudian Rabi’atul Adawiyah menambah lagi, “Anggapan dan ucapan seperti itu tidak pernah keluar dari mulut seorang wanita. Malah semuanya ditimpakan kepada kaum lelaki.”

KISAH 3 :

Suatu hari, Rabi’atul Adawiyah terlihat seseorang
sedang berjalan-jalan dengan kepalanya berbalut sambil menagih simpati daripada orang ramai. Kerana ingin tahu sebabnya orang itu berbuat demikian, Rabi’atul Adawiyah bertanya, “Wahai hamba Allah! Mengapa engkau membalut kepalamu sebegini rupa?”

“Kepalaku sakit.” Jawab orang itu dengan ringkas.

“Sudah berapa lama?” Tanya Rabi’atul Adawiyah lagi.

“Sudah sekian hari.” Jawabnya dengan tenang.

Lantas Rabi’atul Adawiyah bertanya lagi,”Berapa
usiamu sekarang?”

Orang itu menjawab,”Sudah 30 tahun”

“Bagaimana keadaanmu selama 30 tahun itu?” Tanya
beliau lagi.

“Alhamdulillah, sihat-sihat saja.” Jawabnya.

“Apakah kamu memasang sebarang tanda di badanmu
bahawa kamu sihat selama ini?” Tanya Rabi’atul
Adawiyah.

“Tidak.” Jawab orang itu ragu-ragu.

“Masya Allah, selama 30 tahun Allah telah menyihatkan
tubuh badanmu, tetapi kamu langsung tidak memasang
sebarang tanda bagi menunjukkan kamu sihat sebagai
tanda bersyukur kepada Allah. Jika sebaliknya, pasti
manusia akan bertanya kepada kamu sebabnya kamu sangat gembira. Apabila mereka mengetahui nikmat Allah kepadamu, diharapkan mereka akan bersyukur dan memuji Allah.” Jelas Rabi’atul Adawiyah.

“Akan tetapi, kini apabila kamu mendapat sakit
sedikit, kamu balut kepalamu dan kemudian pergi ke
sana sini bagi menunjukkan sakitmu dan kekasaran Allah terhadapmu kepada orang ramai, Mengapa kamu berbuat hina seperti itu?” Sambung Rabi’atul Adawiyah lagi.

Orang yang berbalut kepalanya itu hanya diam seribu
bahasa dan tertunduk malu denga perlakuannya. Kemudian dia beredar meninggalkan Rabi’atul Adawiyah dengan perasaan kesal dan insaf.

Posted by: oshie on: 7am1000000amMon, 07 Jan 2008 09:20:24 +000020 3, 2008

Cintanya Bunda

Mencintai adalah memberi

Bukan memberi dan menerima

Teringat pada Rabiah al Adawiyah

Kisah cintanya dengan Sang Pencipta Alam

Tiada harap apaun

Selain berkorban, berkorban, dan berkorban

Letih ku dikandung tak dirasakannya

Lelah ku dibesarkan tak dihiraukannya

Kala mentari dan bintang menjadi Satu

Yang ada hanyalah cahaya terang yang menerpa

Kala siang dan malam menjadi tiada beda

Yang ada hanyalah kerinduan yang menggelora

Pada buah hati

Subhanallah…

Bilakah Kau beri rasa itu Rabb???

Hanya padaMu kulantunkan asa dan doa

Agar Engkau berkenan tuk memberi

Bahagia dunia dan akhirat

Pada sang Bunda tercinta….

special for the 43th my mom’s anniversary…Jazakillah khairan katsiran ya Mi…Maafin shie yang gak bisa kasih apa-apa buat Mami, semoga seutas doa dapat menjadi pemberat segala amalanmu di akhirat nanti, Amiin*

Posted by: oshie on: 7am1000000amMon, 07 Jan 2008 09:04:00 +000004 3, 2008

Negeri itu Memanggilku


di satu masa
ada kerinduan yang teramat sangat
sungguh
terbawa ke alam Harafisy
atau mungkin kisah Kimya si putri Rumi

keperkasaan al Muhandis Yahya Ayyash
mata yang menerawang lewati malam tajam
kafiye dengan benang serupa jalinan bumi Palestine yang suci

keberanian al Durra kecil
sanjungkan cita
“Duhai ibu, saya aku ingin sekali mati syahid”
hitungan dua belas bulan sebelum kepergiannya

kegagahan Fathy Farahat
gigih menjadi seorang eksekutor
tak risau dengan muda usianya
tubuh yang ringkih tak jadi soal baginya

dan
malam-malam ku seolah berulang
benteng-benteng al-Aqsa
kokoh Dome of the Rock
gema adzan di semburat lembayung senja

mungkinkah
negeri itu memanggilku

berusaha tuk kumpulkan kekuatan
tuk penuhi panggilannya…

""sebuah usaha untuk belajar mengarifi hidup dari jatuh bangunnya para actifis meraih cinta memberi kekayaan bathin pada kita betapa penuh warna perjalanan hidup manusia" (M. Fauzil Adhim)"

Komentar Terakhir

Ainy on SONG FOR GAZA
yetno aceh on DOA AKHWAT
ISmiyati Jahja on DOA AKHWAT
akwat 92 on DOA AKHWAT
astri lukita sari on DOA AKHWAT

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Tag

Arsip

 

Januari 2012
S S R K J S M
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.